Sejarah Panglima TNI

Gatot Nurmantyo

Gatot NurmantyoKita sekarang banyak berbicara terkait dengan sejarah yang harus membuat kita semua ingat akan masa lalu yang mungkin tak akan pernah terulang di masa sekarang. Seperti yang dapat kita ketahui bersama bahwa adanya sejarah itu sendiri mungkin juga dapat memberikan informasi-informasi terhadap kita semua terkait dengan berbagai hal apa pun yang nantinya juga akan dapat semakin menjadikan kita semua serta juga segala sesuatunya menjadi sangat bagus ke depannya sehingga nantinya hal tersebut dapat menjadi salah satu hal yang unik dan menarik serta juga dapat menjadi perhatian lebih bagi kita semua ke depannya. Kita tentunya juga harus banyak mengetahui terkait dengan hal tersebut ataupun juga beberapa hal yang lainnya terkait dengan hal tersebut. Kita juga harus tahu sejarah panglima dari TNI pertama kali itu siapa dulunya.

Bagaimana Sejarah Panglima TNI?

Sejarah terbentuknya panglima tentara nasional atau TNI sendiri ada waktu sebelum kemerdekaan. Hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai aspek, salah satunya adalah terkait dengan panglima yang sangat tangguh dan menjadi panglima besar pada waktu itu yaitu Jenderal Soedirman. Pemikiran-pemikiran pangsar sangatlah bagus dan banyak menjadi rujukan negara-negara maju yang ada di dunia untuk menggunakan siasat pangsar tersebut. Beliau pernah bersemboyan bahwa lebih baik dibom atom oleh negara asing daripada merdeka tidak 100%. Arti dari semboyan tersebut adalah bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki banyak segudang potensi untuk merdeka secara pasti atau intinya merdeka secara sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Dengan begitu maka akan sangat penting peran dari panglima TNI. Dengan kemerdekaan yang tanpa campur tangan negara lain tersebut maka Indonesia akan menjadi salah satu negara yang bermartabat.

Selain itu strategi gerilya yang dilakukan oleh panglima besar Jenderal Soedirman ketika itu memang sangat menyulitkan pihak Belanda sehingga akhirnya banyak para penjajah yang mundur karena todak sanggup lagi dengan keadaan yang saat itu sangat bergejolak tak hanya di Indonesia sendiri tetapi juga terjadi di beberapa negara yang lainnya sehingga Belanda memutuskan untuk mundur dan akhirnya menghentikan perlawanan gerilya yang dilakukan oleh Jenderal Soedirman sebagai panglima TNI.

Related posts: